Foto: Shaniya Davis (Gadis kecil korban penculikan dan pembunuhan)/Daylife
FAYETTEVILLE - Shaquille O'Neal boleh memiliki sifat garang kala beraksi di atas lapangan. Namun dibalik semua itu, ia juga memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. Terbukti, center anyar Cleveland Cavaliers ini dikabarkan menanggung biaya pemakaman seorang gadis kecil yang tewas karena diculik.
Sebagaimana dikabarkan Yahoosports, Jumat (27/11/2009), awal cerita menyentuh ini terjadi kala Shaq menonton siaran berita di televisi. Saat itu, ia mendengar kabar bahwa seorang bocah perempuan 5 tahun asal Carolina Utara dikabarkan menjadi korban penculikan sekelompok penjahat. Tragsinya, gadis kecil yang diketahui berman Shaniya Davis ini dikabarkan pihak kepolisian dibunuh oleh kawanan penculik tersebut.
Mendengar kisah memilukan ini, hati Shaq pun tergerak dan langsung menemui keluarga korban untuk menawarkan bantuan. Menurut juru bicaranya, mantan bintang LA Lakers ini bersedia menanggung semua biaya pemakaman.
"Saya sedang duduk di rumah, saat melihat berita ini. Insiden ini sangat tragis dan membuat mata saya berkaca-kaca," ungkap Shaq kepada koran The Cleveland Plain Delaer.
Untuk urusan ini, Corey Breece yang mengelola rumah makam Roger and Breece, tempat Shaniya dimakamkan memperkirakan total biaya yang harus dikeluarkan Shaq berada "di kisaran $4.500." Pemakaman Shaniya sendiri telah dilaksanakan pada Minggu, kemarin dengan dihadiri sekira 2.000 pelayat.
Menurut kabar dari pihak kepolisian, insiden tragis ini berawal saat Ibunda Shaniya, Antoinette Davis melaporkan penculikan yang menimpa putrinya pada 10 November 2009. Pihak kepolisian pun bergerak cepat dengan menyisir berbagai tempat. Namun, selang enam hari polisi menemukan seonggok mayat gadis kecil dengan ciri-ciri sama dengan Shaniya tergeletak di pinggir sebuah jalan menuju pedesaan.
Polisi berasumsi, penculik membunuh dan membuang Shaniya karena kesal tak mendapat uang tebusan dari orang tua korban. Namun polisi kabarnya telah menetapkan satu tersangka, Mario McNeill yang disinyalir sebagai biang dari penculikan dan pembunuhan tragis ini.
Shaq sendiri saat ini memang tengah berupaya keras memulihkan cedera lengan yang dialaminya saat berhadapan dengan Miami Heat, 12 November lalu.
(acf)