VIENTIANE - Kontingen balap sepeda Indonesia mendapat tantangan serius di laga pertamanya, terutama nomor downhill yang terlebih dahulu menjalani babak kualifikasi di Dane Soung, Saythany District, Laos, Rabu (9/12/2009).
Nomor downhill mendapatkan kesempatan awal ketimbang nomor cross country dan time trial. Kesempatan itu tentunya menjadi peluang besar empat pembalap, yakni Popo Ariyo Sejati, Agus Suherlan di kelompok putra. Kemudian di kelompok putri, Indonesia berharap besar kepada Kusmawati Yazid dan Risa Suseanty.
Keempat pembalap downhill itu diharapkan melalui rintangan babak penyisihan untuk membuka peluang menyabet medali, besok. Popo bahkan dituntut memperbaiki prestasinya di multievent itu dua tahun silam.
Di SEA Games 2007, Thailand, Popo harus puas meraih medali perak di belakang pembalap Filipina Joey Barba. Harapan memperbaiki prestasi kini kembali menghampirinya, apalagi Barba tak masuk daftar list di nomor tersebut.
Manajer Balap Sepeda Indonesia Sofyan Ruzian mengaku, peluang Popo terbuka lebar untuk mengibarkan bendera Merah Putih di tiang tertinggi. Dia diprediksi mewujudkan ambisinya setelah tampil memukau dua tahun lalu plus persiapan lebih matang sebelum mengikuti multievent keduanya di Laos.
"Popo dan tiga rekan lainnya di nomor down hill berusaha keras mengasah diri sebelum ke Laos. Mereka bahkan berangkat lebih awal untuk proses adaptasi medan," ujar Sofyan yang juga menjabat wakil ketua umum PB ISSI itu kemarin.
Optimisme pun ditunjukkan pembalap sepeda Indonesia lainnya, terutama Dadi Nurcahyadi yang akan turun di nomor cross country. Dia merasa persiapannya sudah 100 persen tinggal mewujudkannya di lapangan.
"Sudah tak ada masalah dengan adaptasi medan yang akan dilalui para peserta melalui daerah Tad Song, Sathany District. Kami berharap mendapatkan hasil terbaik di laga yang langsung memperebutkan medali, Jumat (11/12/2009)," ujar Dadi.
Optimismenya semakin memuncak setelah iklim cuaca di Tad Song tak jauh berbeda dengan tempat latihannya di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Dia merasa nyaman dan tak terbebani ketatnya persaingan antarpembalap.
Sementara sepuluh pembalap road bike time trial pun antusias memberikan hasil optimal untuk Kontingen Indonesia. Mereka bersama dua nomor lainnya bertekad akan memenuhi target perolehan enam dari delapan emas yang diperebutkan di tiga nomor tersebut. (Edi Yulianto/Koran SI/msy)