BANDUNG - Bandung Fighting Club (BFC) bekerja sama dengan Kampoeng Gajah untuk pertama kalinya akan menggelar kejuaraan kick boxing dan Mix Martial Art bertaraf nasional bertajuk "Battle at The Arena" pada 17 Juni mendatang.
Ketua BFC, Edwin Senjaya, menilai akhir-akhir ini olahraga kick boxing dan mix martial art di belahan dunia sedang naik daun dan persaingannya semakin ketat termasuk di Indonesia. Melihat kondisi tersebut dirinya bersama tim bermaksud untuk mensosialisasikan olahraga yang dikenal keras oleh masyarakat.
"Potensi-potensi fighter untuk berprestasi sangat besar, dengan kondisi seperti itu kami merasa perlu untuk mengadakan kejuaraan tersebut sebagai langkah sosialisasi dan prestasi untuk masyarakat, karena kebanyakan masyarakat hanya memandang olahraga seperti ini dari sisi kerasnya saja," ungkapnya.
Pada kejuaraan tersebut akan menampilkan atlet-atlet beladiri yang bergabung dalam club-club fighting di tanah air. Semua aliran beladiri bisa dipergunakan. Baik itu yang mengandung pukulan, tendangan, bantingan, kuncian.
Sebanyak 40 fighter dari club-club fighting di Indonesia akan mengikuti ajang bergengsi tersebut. Mereka merupakan fighter dengan pengalaman tanding berskala nasional bahkan sudah ada yang ikut even internasional. Termasuk atlet Pelatda cabor wushu yang dipersiapkan untuk PON bulan Setember mendatang akan mengikuti kejuaraan tersebut.
"Ini juga jadi semacam try out bagi para atlet bela diri yang akan mengikuti PON pada bulan September di Riau. Kita tahu, para fighter adalah atlet-atlet berlatar belakang olahraga bela diri sepeti karate, wushu, judo, silat, dan lain sebagainya," kata Ketua Pengprov Wushu Jabar, Edwin Senjaya.
Edwin berharap event ini menjadi awal yang baik untuk nantinya bisa dijadikan sebagai agenda kejuaraan rutin tahunan.
Ketua Pelaksana Battle at The Arena, Ibong mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir kegiatan ini akan mencerminkan kekerasan dan brutalisme. Untuk menghilangkan pandangan tersebut, kejuaraan kick boxing dan MMA nanti akan dikemas secara entertainment.
"Pada event nanti kita akan mengemasnya jadi kejuaraan prestatif dan ada entertainnya yang menghibur masyarakat luas,ada live musik, sport dancer, sport fashion yang menarik," ujarnya.
Joe P-Project yang memandu press conference kemarin pun menyampaikan rasa bangganya, karena Bandung akan menjadi tuan rumah even bergengsi tersebut.
"Ini bukan hanya kejuaraan yang menampilkan sisi macho seorang pria, melainkan juga kegiatan prestasi atau yang dapat mencetak atlet-atlet dari berbagai macam cabor beladiri untuk terus berprestasi," pungkasnya. (
Panji Qadhafi/Koran SI/acf)