LONDON – Yelena Isinbayeva gagal mempertahankan medali emas lompat galah yang diraihnya di Olimpiade Beijing empat tahun lalu. Pemegang rekor dunia lompat galah ini secara mengejutkan ditaklukan atlet asal Amerika Serikat Jennifer Suhr.
Suhr yang merebut medali perak di Olimpiade Beijing mencatat lompatan setinggi 4,75 meter sementara Isinbayeva harus puas dengan medali perunggu lantaran hanya membukukan lompatan 4,70 meter. Medali perak sendiri diraih atlet asal Kuba Yarisley Silva.
Kegagalan Isinbayeva ini mengejutkan lantaran statusnya sebagai peraih medali emas pada dua Olimpiade terakhir dan lima kali juara dunia lompat galah serta pemegang rekor dunia di cabang olah raga ini. Catatan 5,01 meter miliknya yang dicetak pada 2009 silam masih belum bisa dipecahkan hingga saat ini.
Saat ditanya kenapa bisa sampai gagal, Isinbayeva menjawab hal tersebut dikarenakan faktor ketidakberuntungan. Cuaca di Stadion Olimpiade London ketika nomor final lompat galah ini dipertandingkan memang lembab dan berangin.
“Apa? Saya senang dengan medali perunggu ini. Saya tahu hasilnya tidak akan terlampau tinggi. Pemenang hari ini adalah gadis yang beruntung. Jadi saya hanya kurang beruntung,” kata Isinbayeva yang kini berusia 30 tahun tersebut seperti dikutip dari Eurosport, Selasa (7/8/2012).
Suhr sendiri tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya bisa mengalahkan pelompat galah sehebat Isinbayeva. “Bisa mengalahkan seseorang yang begitu hebat di cabang ini merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan. Sungguh titel yang teramat spesial,” aku Suhr.
(
auz)